Mengelola Dana Haji

SYARIAHRADIO.

Urusan mengelola dana haji tidak segampang dan semudah seperti yang dibayangkan dan dilakukan sekarang ini, namanya dana yaitu harta yang ada pemiliknya, beralihnya dana dalam bermuamalah salah satunya karena transaksi, sehingga apabila orang akan pergi haji harus membeli akomodasi termasuk tiket pesawat, penginapan, transportasi, makan.

Membeli akomodasi itulah dinamakan transaksi, apabila pemerintah sebagai penyedia akomodasi maka itu sudah berperan sebagai operator dan dalam hal ini menjadi adanya dua peran yaitu regulator dan operator sekaligus,

walaupun demikian seyogyanya harus memperhatikan setidaknya dua pilihan akad, yaitu pertama orang akan pergi haji membeli akomodasi haji kepada Pemerintah dan Pemerintah akan menanggung lebih atau kurang dari harga jual akomodasi. Kedua orang akan pergi haji dengan menitip sejumlah uang kepada Pemerintah untuk dibelikan akomodasi kepada pihak ketiga dan calon jamaah haji yang menanggung kurang atau lebih atas biaya akomodasi.

Saat ini ada Rp68,4 Trilyun per November 2014 dana haji tersimpan di Pemerintah namun semuanya tidak berbentuk tunai malah ada yang dibelikan obligasi sebesar Rp31 Trilyun, pertanyaannya apakah uang itu sudah beralih kepemilikan dari calon jamaah haji ke Pemerintah ? sehingga didaftarkan dalam Obligasi tersebut pemiliknya adalah Pemerintah ?

Akadnya dan mengelolanya harus disempurnakan agar baik dikemudiannya.

http://chirpstory.com/li/11921

http://haji.kemenag.go.id/v2/content/laporan-posisi-saldo-keuangan-haji-bulan-november-tahun-2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s