Pertumbuhan Kota versus Moral

SYARIAHRADIO.

Pertumbuhan ekonomi mendorong perkembangan perkotaan sedemikian rupa sesak. Terlihat banyak kendaraan begitu saling bertumpuk tumpang tindih jalan rayapun menjadi terlihat kecil dan sempit apalagi ditambah jalan yang berlubang serta polisi tidur dimana-mana, belum lagi parkir sembarangan malang melintang serta warung makan dan warung bengkel mendominasi trotoar.

Terlihat tumpukan sampah disana-sini, membuang sampah secara sembarangan, sementara gorong-gorong sudah tidak ada alias ditutupi oleh pendudukan warung-warung liar. Dengan santainya dan tanpa peduli menutupi gorong-gorong secara sengaja yang pastinya berdampak banjir perkotaan.

Sementara keresahan juga muncul banyaknya anak muda nongkrong selepas magribh hingga larut di warung-warung pinggir jalan, banyak dijumpai toko-toko mini swalayan disediakan kursi untuk duduk-duduk para anak muda. Belum coretan di setiap dinding-dinding bisa terlihat betapa kotornya pemandangan.

Juga tampak berpakaian dengan celana pendek para remaja wanita bahkan ibu muda berlalu lalang dipertokoan, hal demikian di negara Korea Selatan adalah perbuatan yang dilarang.

Para pemimpin kota mesti menjadikan kota nyaman dan aman untuk di tempati para penduduknya juga bagi para pelancong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s