Usia 40 tahun mau kemana

20131130-103535.jpg

SYARIAHRADIO.

Lambat laun tapi pasti secara garis waktu kita terus bergerak maju melintasi ruang yang tidak bisa kita kembali lagi. Maka ketika masuk ke usia 40 tahun sejak kehadiran kita di muka bumi ini mau kemana kita menuju.

Usia 40 adalah usia kematangan sehingga pada usia tersebut manusia masuk kepada kemapanan dalam berpikir dan bertindak. Pada usia tersebut Rasulullah SAW diangkat menjadi utusan Allah SWT dengaan menerima wahyu.

Mengingat waktu yang sangat pendek, usia 40 merupakan titik awal arah kehidupan yang sangat kritis. Semakin salah arah semakin sulit kembali serta waktu semakin pendek sementara fisik semakin renta.

Semakin tua semakin banyak problem kesehatan problem keuangan dan problem sosial.

Paling aman adalah sebelum atau memulai usia 40 maka persiapkan banyak hal, pertama menimba ilmu Islam dan menghafal Al Qur’an serta ibadah dan berdoa konsisten sebanyak-banyaknya Kedua memakan makanan halal termasuk asal usulnya harus halal dan tidak lupa olah raga. Ketiga membagi ilmu dan mendidik anak-anak serta keluarga kita. Keempat memperoleh penghasilan berusaha berbisnis secara halal dan menabung serta investasi infak dan sedekah.

Dan Manusia diperintahkan bersyukur tatkala mulai menginjak usia 40 tahun, sebagaimana pada surat Al Ahqaf ayat 15 :

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s