Ekonomi naik turun

SYARIAHRADIO

20130828-071719.jpgEkonomi selalu mencari keseimbangan, yaitu keseimbangan antara permintaaan dan penawaran, ketika masuk kedalam ekonomi yang lebih luas maka saat ini tidak bisa dihindarkan indikator-indikator yang mudah terbaca bisa melihat keseimbangan selalu dicari akibatnya terjadi naik dan turun suatu harga.

Indikator yang mudah dilihat adalah indeks harga saham gabungan, suku bunga, nilai tukar dan cadangan devisa. Empat indikator ini sangat rentan dihantam oleh arus uang dan modal masuk dan keluar dari suatu negara ke negara lain sehingga turbulensi kerap terjadi baik secara periodik maupun secara mendadak.

Bercermin kepada krisis moneter tahun 1997 maka pelemahan nilai tukar menghantam ekonomi dalam negeri dan setelah lima tahun keseimbangan baru nilai tukar bertengger di Rp8,000 – Rp9,000 per satu dollar AS. Untuk menahan penurunan yang tajam saat itu IMF menggelontorkan dana pinjaman. Demikian juga saat krisis global tahun 2008, penurunan tajam di pasar modal serta melemahnya nilai tukar sampai Rp12.000.

Pelemahan mata uang saat ini dalam rangka mencari keseimbangan baru, persoalannya daya tahan terhadap penurunan yang tajam hanya bisa dilakukan dengan peningkatan ekspor dengan mengorbankan penerimaan pajak, menahan pembelian impor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s