Manajemen Perusahaan Alih Daya

SYARIAHRADIO

20130411-231451.jpgPerusahaan alih daya atau biasa dikenal outsourcing tiba-tiba mencuat lagi, apakah perusahaan dengan bisnis utama alih daya ini merugikan pekerja atau sebaliknya memberi untung bagi pihak pemberi kerja, kita coba kupas sedikit.

Setiap perusahaan memiliki bisnis utama atau disebut core business, biasanya juga tertuang dalam akte pendirian dan ijin atau lisensi yang diperolehnya, bisnis utama ini pasti perlu didukung oleh kegiatan pendukung yang bukan bisnis utama, paling mudah melihatnya suatu perusahaan terdiri dari lini-lini bisnis seperti Penjualan, Pelayanan, Produksi, Administrasi keuangan dan umum.

Yang paling mudah dilihat bisnis utama adalah di l ini produksi, maka diluar itu bisa didefinisikan sebagai pendukung. Untuk lini pendukung ini bisa dialoh dayakan kepada pihak lain dengan perhitungan dan kalkulasi yang sesuai dengan produksinya.

Misalkan penjualan, jelas penjualan bisa dialih dayakan kepada agensi atau distributor dengan KPI (key performance index) yang ditetapkan. Pelayanan, Administrasi keuangan dan umum, termasuk pembayaran gaji juga bisa dialih dayakan.

Bisnis utama perusahaan alih daya yaitu memberikan jasa laih daya apa saja yang diperlukan oleh pelanggan, umumnya spesialis bidang tertentu misalkan agen pemasaran dan distribusi atau administrasi atau yang paling banyak adalah jasa perawatan dan kebersihan, sementara jenjang karir para pekerja perusahaan alih daya otomatis berjenjang seperti kepala unit, kepala grup, kepala bagian, kepala unit sampai managing director business line.

Tidak kalah pentingnya adalah perjanjian kedua belah pihak berupa akad yang jelas serta jangan ketinggalan apa yang Service Level Agreement yang berisi standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh perushaan alih daya.

One thought on “Manajemen Perusahaan Alih Daya

  1. Secara prinsip dengan adanya usaha alih daya akan membuka peluang kerja, tetapi karena kurangnya kepatuhan atas aturan alih daya, maka para pekerja kurang mendapat kepastian hukum untuk menjadi karyawan tetap. Menurut aturan, sistem kontrak hanya bisa diberlakukan selama 3 tahun tanpa terputus, setelah itu karyawan ybs harus diangkat menjadi karyawan tetap. Dalam pelaksanaan nya, hal ini seringkali tidak dilaksanakan. Smoga kedepan nya semua aturan ttg alih daya bisa dipatuhi oleh semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s