Timbuktu menyimpan banyak buku-buku karya Ulama abad 13

20130305-094505.jpgSYARIAHRADIO

Timbuktu adalah ibukota Mali, Mali negeri yang akhir-akhir ini tiba-tiba mencuat kepermukaan manakala tentara Perancis mendarat awal tahun 2013 untuk membantu Pemerintah Mali terhadap para oposisi bersenjata didaerah utara Negeri Mali. Republik Mali merupakan jajahan Perancis sejak awal abad 20 dan merdeka pada 22 September 1960.

Timbuktu merupakan kota lama yang didirikan oleh suku pengelana Tuareg, asal nama Timbuktu berasal dari Tin dan Buktu, Tin artinya tempat dan Buktu adalah nama seorang perempuan, dahulu suku Tuareg apabila bepergian ke utara Sahara menyimpan barang-barangnya di Buktu, seorang perempuan yang menyimpan titipan barang. Ada juga yang mengulas asal nama Timbuktu dari orang Perancis yang bernama René Basset berasal pada bahasa Berber, “buqt” berarti “”sangat jauh”, karena itu, “Tin-Buqt(u)” berarti tempat yang merupakan ujung dunia, karena itu orang menggambarkan dirinya pergi ke ujung dunia dengan pergi ke Timbuktu.

Abad 13 Timbuktu merupakan tempat pusat Islam sehingga banyak para ulama menulis buku keilmuan yang luas, menurut UNESCO setidaknya ada 300 ribu manuskrip abad 13 sampai 16 mengenai studi Islam, matematik, kedokteran, astronomi, arsitektur, musik, studi bahasa puisi dan literatur.

Akibat peperangan dan pertikaian dalam negeri Mali, dikhawatirkan peninggalan buku-buku keilmuan masa keemasan Islam di Timbuktu ini bisa musnah, diperlukan perhatian masyarakat dunia untuk menyelamatkannya.

Berikut ulasan mengenai perpustakaan di Timbuktu :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s