Property terus Melambung tinggi

Ilustrasi

Ilustrasi

SYARIAHRADIO

Kebutuhan perumahan merupakan salah satu kebutuhan utama bagi kita semua, seiring dengan pertumbuhan penduduk maka semakin banyak perumahan dibutuhkan. Semakin banyak lahan yang dibutuhkan semakin menjauh dari pusat perkotaan semakin tersedia dengan harga masih terjangkau sementara di perkotaan lahan sudah tidak ada lagi dan harganya jauh melambung tinggi.

Jauh dan dekat dengan pusat perkotaan atau pusat bisnis sangat tergantung dengan fasilitas transport, sebagai perbandingan dari wilayah bodetabek menuju Jakarta waktu tempuh dengan kendaraan bisa memakan waktu 1.5 sd 2,5 jam sementara apartemen di wilayah perkantoran selain terbatas juga harganya tidak murah, harga jual paling rendah sekitar Rp400 juta – Rp 5 Milyar, sewa perbulan antar Rp3,5juta sd Rp20juta.

Namun demikian seorang pekerja asing dari India mengatakan bahwa dibanding di New Delhi property di Jakarta masih dikatakan murah sampai suatu hari nanti bisa saja sama mahalnya dengan kota-kota di Negara lain.

Kota Mekah merupakan kota termahal untuk propertynya, satu meter persegi nilainya sekitar Rp1,2 milyar sd Rp3,7 milyar mengalahkan Jepang yg berkisar Rp1 milyar per meter persegi. Ada yg masih ingat pasar seng disekitar Masjidil Haram, sekarang sudah tidak ada lagi sekitar lima tahun lalu sudah dibebaskan oleh Pemerintah dengan nilai Rp1 milyar per meter persegi.

3 thoughts on “Property terus Melambung tinggi

  1. Maka harga property perumahan jarak dengan transportasi harus sangat saling mendukung, kiatnya carilah perumahan yg masih terjangkau tetapi mudah transportasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s