Arah Pendidikan Kemana

Syariahradio-Pengambilan rapot sekolah SMP di Bekasi

Syariahradio-Pengambilan rapot sekolah SMP di Bekasi

SYARIAHRADIO

Setiap tahun kita sering mendengar keluhan mengenai penerimaan siswa, biaya sekolah, buku sekolah, Ujian Nasional dan kurikulum.

Biaya Pendidikan Nasional dalam APBN sebesar 20%, dana sebesar itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan anak didik yang berkualitas sehingga Negeri ini memiliki kekuatan generasi yang siap bersaing dengan bangsa lain.

Generasi hari ini tercipta dari pendidikan Negeri ini suka tidak suka ternyata menghasilkan banyak masalah mulai dari hilangnya rasa dan perasaan terhadap kehidupan bermasyarakat, kepemimpinan serta keteladanan dan yang paling rusak adalah perilaku korup, kejahatan narkoba, kejahatan ekonomi serta mafia hukum dan peradilan.

Anak-anak kehilangan arah pendidikan mengenai arti seni dan budaya, tiba-tiba industri seni vokal K-Pop menjadi idola bagi para anak, dari kecil anak sudah ditanamkan mimpi yang kurang membangun bagi rakyat Negeri sendiri, “suatu hari sy mesti ke Korea dan menuntut ilmu disana bahkan hidup disana”

Kembali ke Pendidikan, maka sistem pendidikan harus mencerminkan kesejahteraan, semua berhak sekolah dimanapun di wilayah Negeri ini bahkan diwajibkan masuk sekolah tidak boleh ada yang putus sekolah ditengah jalan. Tidak ada anak jalanan di kota-kota besar, anak-anak “diambil” Negara untuk diberikan pendidikan, Pemerintah wajib memberikan pendidikan kepada setiap anak. Maka apabila kedapatan anak tidak sekolah maka pejabat Pemerintah wajib disalahkan.

Pekerjaan Rumah pertama adalah Memulai sistem pendidikan dengan menjauhkan sistem pendidikan dari korupsi, pertanyaannya apakah tidak terjadi Mafia Pendidikan ? Utamakan para pendidik dengan kesejahteraan yang tinggi, para pejabat di Pemerintahan tidak lebih tinggi gajinya daripada pendidik di sekolahan.

Guru atau dosen seluruhnya diangkat oleh Negara tidak ada perbedaan apakah itu mengajar di sekolah swasta maupun negeri karena semua kesejahteraan sama dan sesuai dengan spesifikasinya. Mudah-mudahan bisa direalisasikan. Sebagai profesi guru/dosen kedepannya tentunya dapat mengisi mengelola Negeri ini menjadi lebih baik karena selain memiliki ilmu juga yang paling utama adalah keteladanan.

Kurikulum yang paling utama adalah aklhak perilaku yang mulia, selain itu kurikulum yang seimbang antara ilmu sosial dan ilmu pasti artinya tidak ada perbedaan dan tidak perlu yang sangat berat sampai nantinya pada perguruan tinggi terjadi pemilahan dan pemilihan berdasarkan minat dan kemampuan siswa.

Pendidikan tinggi tidak perlu lama-lama, tahun kelima harusnya sudah bisa mengambil S3 seperti pada masa kolonial yang terbawa kemasa sekarang adalah gelar Drs pada masa lalu adalah sejatinya calon Doktor tinggal menunggu disertasi. Artinya S1 cukup hanya 3 tahun S2 cukup 2 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s