Haruskah Pejabat dan Pemimpin (calon/terpilih) Sujud Syukur

SYARIAHRADIO Jakarta,

Sering dipertontonkan atau dikabarkan apabila seorang Pejabat atau Kepala Daerah di Indonesia terpilih atau diangkat melakukan sujud syukur. Mereka yang memilih Jabatan politik yang mengatur kepentingan rakyat mungkin dikategorikan sebagai kebahagiaan dan karunia yang patut untuk melakukan sujud syukur.

Apakah sujud syukur itu sebagai manifestasi kemenangan dari para pesaing ? Atau wujud dari mengalahkan kandidat lain ? Agak susah dipahami oleh masyarakat makna dari sujud syukur itu.

Mungkin satu-satunya yang dapat dipahami adalah sujud syukur sebagai bentuk dari mensyukuri bahwa kebenaran mengalahkan kebatilan, apabila diluar konteks ini dapat dipastikan bahwa kemenangan bentuk dari keberhasilan yang bersifat materi semata.

Padahal mengatur masyarakat bukan hal yang main-main atau sekedar ingin menaikan martabat atau lainnya yang bersifat lahiriah dan materi bahkan pada masa kepemimpinan para sahabat Rasulullah SAW jabatan merupakan beban karena pemimpin sangat dekat dengan neraka apabila tidak amanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s