Bank mengambil alih properti melalui penilaian ulang

JAKARTA.

Properti di Amerika Serikat mengalami tekanan karena krisis tahun 2008, banyak orang Amerika tidak sanggup melunasi pinjaman KPR sehingga propertinya diambil alih oleh Bank, nilai properti pun semakin hari semakin turun, tidak berani membeli rumah tetapi mereka lebih memilih menyewa.

Pertengahan tahun 2010 harga properti tumbuh sangat lambat dan ditutup akhir tahun pertumbuhan negatip, walaupun  sektor properti untuk industri dan pemerintahan meningkat tetapi untuk sektor ritel masih tertinggal dan belum pulih betul, sejak awal 2012 properti sektor ritel sudah mulai diserap dan terlihat ada pertumbuhan.

Terdapat beberapa keluhan para debitur yang belum atau tidak telat bayar tiba-tiba pihak bank melakukan penilaian ulang terhadap properti dan apabila hasil dari penilaian tersebut nilainya dibawah pinjaman maka debitur diberi waktu 30 hari untuk membayar selisih penilaian tersebut apabila lewat waktu maka bank akan mengeksekusi dan mengambil alih properti tersebut, kejadian ini dilakukan pada saat harga properti tertekan turun tetapi terjadi juga pada saat sekarang.

Sistem ekonomi syariah mencegah dari penggelebungan harga dan lebih hati-hati dalam melakukan transaksi seluruhnya tertuang dalam akad yang jelas dan tidak ada yang tersamar sehingga kejadian tersebut diatas tidak akan terjadi dan menjadi solusi untuk masa depan yang bisa diterapkan dimana saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s