Format APBN harus dirubah agar mencerminkan pembangunan

Jakarta.

Dalam RAPBN 2013 disebutkan bahwa penerimaan Negara adalah sebesar Rp 1.507,7 Trilyun, sedangkan belanja Negara sebesar Rp 1.657,9 Trilyun. Konsepnya sudah terlihat besar pasak daripada tiang.

Sesungguhnya masih terdapat potensi penerimaan Negara yang belum tergali yaitu zakat, potensi zakat diperkirakan sebesar Rp300 Trilyun, maka sebesar itu dipastikan kemiskinan rakyat Negeri ini bisa lebih cepat dapat dientaskan. Sehingga Indonesia akan segera menuju Negara maju dengan pendapatan perkapita yang akan semakin melejit.

Dengan demikian struktur penerimaan Negara dalam APBN harus memasukan zakat sebagai faktor Penerimaan Negara selain Pajak, kepabeanan dan cukai, penerimaan bukan pajak. Tentunya penyaluran zakat harus sesuai dengan syar’i yaitu para mustahik yang delapan asnaf. (IR)

One thought on “Format APBN harus dirubah agar mencerminkan pembangunan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s