Tips

Hal yang harus diperhatikan Panitya Qurban

Jakarta,

Hampir di setiap mesjid2 dilingkungan masyarakat maupun di tempat tempat yang biasa dilakukan pelaksanaan pemotongan hewan kurban seringkali dibentuk panitya pemotongan hewan Kurban.

Apa yang harus diperhatikan oleh panitya adalah manajemen pengelolaan pemotongan hewan kurban. Pertama-tama pembentukan panitya segera terbentuk setelah hari raya Iedul Fitri dengan struktur sebagai berikut :

1. ketua
2. Wakil ketua
3. Sekretariat
4. Bendahara
5. Pemotongan hewan kurban
6. Proses daging hewan kurban
7. Distribusi daging kurban
8. Konsumsi
9. Bagian umum dan fasilitas

Kedua, harus ditetapkan keberadaan dari sisi fungsi :

A. kepanitiaan sebagai penjual hewan kurban, akadnya adalah sebagai penjual hewan kurban dengan brosur harga hewan dengan berat yang sama dengan harga yang sama, misalnya kambing type A berat 25kg harga Rp1,6juta dst. Dan sebagai wakalah untuk memotongkan hewan kurban dan mendistribusikannya.

B. kepanitiaan sebagai perantara wakalah untuk membelikan hewan kurban dan memotongkannya serta mendistribusikannya, uang lebih dan kurang ditetapkan dalam akad awal apakah kalau ada lebih dikembalikan atau diinfakan, terapi kalau kurang maka pekurban menambah kekurangannya.

C. kepanitiaan hanya menerima amanah menitipkan hewan kurban dengan akad wakalah untuk memotongkan dan mendistribusikannya.

Bedanya A, B dan C adalah AB akan terdapat keuntungan dari jual beli hewan kurban sedangkan yang C tidak ada keuntungan sama sekali.

Kedua, setelah menetapkan kedudukannya sekarang Sekretariat harus menyiapkan administrasinya secara rapih sesuai dengan kedudukan panitia yang telah ditetapkan.

Anggota tdk menerima upah sedikitpun, anggota panitia juga sebagai penerima daging kurban, yang harus paling diperhatikan adalah tukang potong dan tukang menguliti menerima upahnya diluar dari hewan kurban. Tetapi mereka juga adalah pihak penerima daging kurban.

Sehingga kepala hewan kulit hewan kurban tidak bisa dijadikan upah atau diuangkan kemudian uangnya diinfakan dsb. Tetapi seluruhnya dibagikan siapa yang mau kepala siapa yg mau kulit, kemudian apabila untuk kulit tidak bisa faham mau diapakan maka bisa dijual oleh penerima segera ditempat kepada pembeli kulit yang biasanya selalu hadit ditempat- tempat pemotongan hewan kurban, karena sesungguhnya untuk kulit ada proses tertentu yang hanya bisa dikerjakan oleh ahli dibidangnya. (IR)

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: